Kingdom oF Server

October 27, 2009

Routing

Filed under: CISCO, Routing

Routing terbagi atas tiga macam:

  • Static route. Pada Static route, entri-entri pada routing table diisikan secara manual. Jika menggunakan router pc yang running Windows, perintahnya adalah: 

route add mask

Static route hanya dipakai untuk jaringan kecil, penggunaan static route memiliki kelebihan di antaranya tidak mengkonsumsi resource cpu router (karena keputusan routing hanyalah berlandaskan pada isi dari routing table), tidak memerlukan bandwidth jaringan yang besar, mengingat router tidak mengirimkan paket broadcast/multicast ke router tetangganya. Hanya saja karena pengisian entri routing tablenya dilakukan manual, rawan akan human-error pada saat mengetikkan entri-entrinya.

  • Dynamic route. Pada dynamic route, entri-entri pada routing table di router dibangun sendiri oleh router-router yang berpartisipasi dalam network tertentu yang menggunakan routing protocol yang sama. Cara ini dipakai jika jaringan kita lumayan memiliki banyak subnetwork, dimana jika digunakan cara static route tidak efisien bagi administrator jaringan dalam melakukan konfigurasi dan maintenance router.
  • Default route. Default route ini pada dasarnya merupakan static route yang memiliki alamat unik, yaitu alamat yang mewakili seluruh jaringan. Secara umum alamat ini adalah 0.0.0.0 dengan subnet mask 255.255.255.255.

Routing Protocol adalah protocol yang digunakan dalam dynamic routing. Secara umum, dynamic routing protocol terbagi atas tiga kategori:

  1. Distance Vector. Distance vector berarti bahwa routing protocol ini dalam menetapkan jalur terbaik (the best path) hanya melibatkan jumlah hop saja (hop count) untuk me-route paket data dari satu alamat network ke alamat network tujuan. Routing protocol ini tidak bisa menganalisis bandwidth. Yang tergolong kategori ini antara lain RIPv1, RIPv2, dan IGRP (Interior Gateway Routing Protocol). Secara umum, yang tergolong dalam kategori ini adalah routing protocol klasik.
  2. Link-state. Link-state merupakan routing protocol yang lebih modern dibanding distance vector. Routing protocol ini selain melibatkan hop count juga melibatkan kapasitas bandwidth jaringan, serta parameter-parameter lain dalam menentukan the best path-nya dalam aktivitas routing. Contohnya adalah Open Shortest Path First (OSPF).
  3. Hybrid. Kategori ini hadir setelah Cisco System membuat routing protocol EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) yang merupakan pengembangan dari IGRP klasik yang bersifat open standar. EIGRP cisco ini bersifat proprietary, hanya akan berfungsi optimal jika seluruh device router yang digunakan bermerk cisco. Kategori ini diklaim memiliki kelebihan yang ada baik pada Distance Vector dan juga Link-State.

Dynamic routing protocols di gunakan oleh router untuk berbagi informasi mengenai reachability dan status remote network.Dynamic routing protocols juga dapat melakukan aktifitas lainya termasuk:
*) menemukan jaringan
*) memperbaharui dan menyimpan routing table

MENEMUKAN JARINGAN OTOMATIS
Menemukan jaringan adalah kemampuan dari routing protocol. Routing protocol juga dapat berbagi informasi mengenai jaringan dari router lain jika router tersebut mengunakan routing protocol yang sama.
Sehingga jika menggunakan konfigurasi router static,router tidak bisa meremote jaringannya sendiri (manual) pada setiap router,sedangkan untuk dynamic routing memungkinkan router secara otomatis mempelajari jaringannya sendiri (otomatis) melalui router-router lain. Jika router menemukan jaringannya – dan jalur-jalur yang terbaik untuk masing-masing jaringan maka akan ditambahkan pada table routing dan ditandai sebagai jaringan yang telah diketahui secara specific oleh dynamic routing.

PENYIMPANAN TABLE ROUTING
Setelah menemukan jaringan awal,dynamic routing protocols memperbaharui dan menyimpan jaringan tersebut kedalam table routing.Dynamic routing protocols tidak hanya membuat atau menentukan jalur terbaik bagi beberapa jaringan,tetapi dia juga akan menentukan alur terbaik yang baru jika alur yang awal tidak dapat di gunakan lagi (atau topologi berubah).Karena pertimbangan ini,dynamic routing protocols mempunyai suatu keuntungan di atas static routing.Router yang mengunakan dynamic routing protocols secara otomatis berbagi informasi routing pada routers lain nya dan menganti sediri jika topologi berubah tanpa perlu bantuan administrator.

Sebelum memulai Routing yang lebih jauh ada baiknya jika kita Mengegahui sebab adanya 2 protokol routing yaitu antara IGP dan EGP, berikut:

Dalam suatu jaringan sering di singgung mengenai routing protokol. Istilah routing
digunakan untuk proses pengambilan sebuah paket dari sebuah alat dan mengirimkannya
melalui network ke alat lain di sebuah network yang berbeda.
Protokol (protocol) tidak lain merupakn set rule yang memberi tahu cara device-divice
dalam jaringan bertukar informasi. Adapun protokol routing (routing protocol) adalah protokolprotokol
yang digunakan untuk merawat tabel routing pada router-router. Ada dua kategori
protokol routing yaitu Interior Gateway Protocol (IGP) dan Exterior Gateway Protocol (EGP).
Interior Gateway Protocol merupakan protokol routing yang menangani routing jaringan
internet dalam suatu autonomous system. Exterior Gateway Protocol merupakan protokol
routing yang menangani routing jaringan internet antar automous system. Exterior Gateway
Protocol diperlukan karena Interior Gateway Protocol tidak dirancang untuk suatu jaringan
yang sangat besar sehingga jaringan internet perlu dibentuk ke dalam suatu hirarki dengan
membagi jaringan internet tersebut ke dalam autonomous systems. Autonomous System (AS)
secara umum didefinisikan sebagai jaringan internet yang berada dalam satu kendali
administrasi dan teknis. Beberapa jenis protokol routing dinamis adalah Open Shortest Path
First (OSPF) dan Enhanched Internet Gateway Routing Protocol (EIGRP).
Penulisan ini akan memberikan referensi mengenai routing protokol mana yang tepat
antara OSPF dan EIGRP untuk digunakan pada sebuah jaringan.

 Dynamic Routing ada 5:

  • RIP (Routing Information Protokol)                                  =||=  Interior GW Protokol
  • IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)                         =||=  Interior GW Protokol
  • EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)         =||=   Interior GW Protokol
  • OSPF (Open Shortest Path First)                                    =||=  Interior GW Protokol
  • IS-IS (Intermediate System-to-Intermediate System)
  • BGP (Border Gateway Protocol)                                     =||=  Exterior GW Protokol

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://faw.blogsome.com/2009/10/27/dynamic-routing/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.